LABORATORIUM KULTUR JARINGAN TANAMAN
  • LABORATORIUM TERPADU (LABDU)
Deskripsi:

Kultur jaringan tanaman merupakan teknik menumbuhkembangkan bagian tanaman berupa sel, jaringan atau organ dalam kondisi aseptik secara in vitro. Dalam rangka produksi bibit tanaman obat, teknik kultur jaringan memiliki keunggulan antara lain kemunduran genetik akibat dari kesalahan-kesalahan dalam proses produksi bibit dapat dihindari, serta dapat dilakukan sembarang waktu dengan faktor multiplikasi tinggi.

Sarana & Prasarana:

1. Magnetic Stirer 2 buah: Gerhardt & Wise Shake Wisd 2. Hot Plate Thermolyme Cimarec 3. Autoclave: Hirayama 4. Timbangan Sctorier 5. Timbangan manual Sartorius 6. Refrigerator Samsung 7. Laminar flow work station 8. Timbangan digital analitik 9. Oven Destilasi air favorit Val 10. Pemanas 11. Laminar flow cabinet 12. Analitycal balance 2 buah: Ohaus & Denver Instrument

Kegiatan:

Kegiatan-kegiatan untuk pencapaian hasil tersebut adalah: 1. Pengembangan kultur sel untuk mendapatkan sifat unggul tanaman obat. 2. Uji stabilitas sifat unggul. 3. Pemilihan eksplan (tunas, umbi, batang, bunga, daun muda, akar, kalus), untuk mendapatkan metode perbanyakan tanaman obat yang paling tepat. 4. Membuat plantlet tanaman obat, melalui multiplikasi tunas dan deferensiasi tumbuh kembang eksplan. 5. Analisis hasil kultur jaringan Meneliti reaksi suatu kultur dalam media perlakuan sejak awal inisiasi dan untuk membedakan struktur yang terbentuk pada awal perkembangan. 6. Aklimatisasi bibit Transplanting/pemindahan pot untuk adaptasi dari kondisi aseptik pada green house (alat Plant Growth Chamber) untuk pengembangan akar lebih sempurna sebelum penanaman di lapangan. 7. Pengelolaan stok bibit hasil kultur jaringan

Penanggung Jawab:

NUR RAHMAWATI WIJAYA, S.Si