Laboratorium Mikrobiologi
  • LABORATORIUM TERPADU (LABDU)
Deskripsi:

Laboratorium Mikrobiologi sebagai salah satu bagian dari laboratorium terpadu yang merupakan wadah kegiatan penelitian mikrobiologi dalam lingkup riset tanaman obat dan bahan jamu. Kegiatan rutin di laboratorium mikrobiologi antara lain kontrol kualitas bahan jamu (uji angka jamur (AJ) dan angka lempeng total (ALT)) dan uji daya hambat ekstrak TO terhadap mikrobia patogen. Pengetahuan tentang identitas (spesies) mikrobia pencemar bahan jamu sangat dibutuhkan dalam penanganan bahan jamu. Masing-masing jenis mikrobia memiliki karakter khas yang penanganannya juga berbeda-beda.

Sarana & Prasarana:

1. Autoclave Tomy 2. Hotplate magnetic Stirer IKA C-mag H57 3. LAF ESCO 4. Refrigerator 5. Oven 6. Cell Culture CO2 Incubator

Kegiatan:

Kegiatan rutin uji jumlah cemaran jamur dan bakteri pada bahan jamu adalah salah satu kegiatan yang dipertahankan hingga tahun 2020, bahkan pada tahun 2016 kegiatan tersebut telah direncanakan tersertifikasi ISO 17025. Kegiatan lain adalah eksplorasi potensi daya hambat ekstrak tanaman obat terhadap sejumlah mikrobia patogen juga akan terus dilakukan sebagai sumber data awal tentang kemanfaatan tanaman obat. Tidak hanya mengetahui seberapa besar daya hambat yang ditimbulkan oleh suatu ekstrak terhadap pertumbuhan, deteksi mekanisme penghambatan yang terjadi pada sel juga akan dilakukan pada tahun 2016. Diawali pada penelitian standardisasi simplisia pada tahun 2014 yang salah satu parameternya yang diukur/diamati adalah keberadaan Aspergillus dan aflatoksin dalam simplisia, deteksi jamur genus Aspergillus dan kandungan aflatoksin pada bahan jamu akan terus dilakukan. Karakterisasi molekular Aspergillus diharapkan dapat dilaksanakan mulai tahun 2018 guna melengkapi karakterisasi morfologi yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan isolasi dan identifikasi bakteri endofit dari tanaman/tumbuhan obat merupakan salah satu kegiatan yang akan menjadi kegiatan yang akan dilakukan setiap tahun. Penelitian eksploratif ini diharapkan akan menghasilkan isolat-isolat bakteri yang potensial selain informasi tentang jenis dan potensinya.

Penanggung Jawab:

Aniska Novita Sari, S.Si.